Apa itu Omotenashi? selama ini mimin taunya Makannashipadang, ini kok ada istilah Omotenashi. Kalian ada yang pernah mendengar istilah ini? atau ini pertama kalinya juga kalian mendengar istilah ini? Di artikel ini mimin akan bahas istilah yang bagi mimin masih asing ini juga, yuk geser slide selanjutnya, buat lebih tau, apa itu Omotenashi, apakah dia sama dengan Nashipadang? atau Nashirawon?
Apa itu Omotenashi?
Omotenashi maknanya keramahtamahan, maksudnya keramahtamahan yang jujur dan sepenuh hati, dalam menyambut tamu dengan rasa tanggung jawab, tanpa ada maksud lain. Omotenashi ini bisa kamu rasakan ketika kamu bermalam di penginapan Jepang (ryokan), dimana kamu akan dilayani dengan baik bagaikan raja.
Sejarah Omotenashi
Omotenashi mulai dikenal pada periode Heian (794-1185). Dimana Omotenashi memiliki hubungan erat dengan budaya minum teh (chanoyu). Upacara minum teh membutuhkan perilaku dan sikap yang tepat. Perilaku ini yang menjadi dasar semangat Omotenashi.
Wujud Omotenashi dari Chanoyu ini adalah sikap menghargai pertemuan, tamu dan tuan rumah. Ketika ada upacara minum teh, tuan rumah akan memberikan pelayanan ekstra kepada tamunya, seperti menyiapkan peralatan minum teh, melakukan pemilihan bunga, hiasan dinding dan camilan, bahkan taman-pun dipersiapkan untuk memberikan suasana terbaik.
Omotenashi Dalam Kehidupan Sehari-hari
- Toilet di Jepang telah didesain dengan nyaman, beserta berbagai fasilitasnya, mulai dari air hangat, penghilang bau, pewangi dan sebagainya. Gayung berbentuk love tidak termasuk.
- Bagi pengunjung yang membawa anak-anak ke dalam restoran di Jepang, restoran tersebut akan menyediakan alat makan khusus anak-anak.
- Toko-toko di Jepang akan menyediakan kantong plastik bagi pengunjung yang datang dengan payung yang basah, sehingga airnya tidak membasahi ruangan.
- Dan masih banyak contoh lainnya, seperti: kereta Shinkansen yang selalu tepat waktu, tundukan hormat di berbagai tempat dan di mini market kita bisa temui sumpit yang sudah sepaket dengan tusuk giginya.
Sumber & Referensi:
Web:
- kompasiana.com/omotenashi-keramahan-pelayanan-orang-jepang
- kumparan.com/omotenashi-budaya-ramah-tamah-masyarakat-jepang
Foto:
- Photo by Chris Yang
- Photo by Betari Ratih
- Photo by Ryutaro Tsukata
- Photo by wallyg
- Photo by Armin Kübelbeck